just cross my mind
Tuesday

My Quotes


We can't always redeem every second of our lives for God, but He guarantees that we'll never lack a second to make up for it. (221109)

Inspired by : Mungkin terinpirasi setelah nonton film 2012 hehehe setiap manusia pasti selalu diberi kesempatan kedua.



Menjeritlah jika kamu sakit, itu tandanya kamu masih hidup. Minta tolonglah kepada Tuhan jika perlu bantuan, itu tandanya kamu anggap Tuhan itu masih hidup. (241009)

Inspired by : Liat orang sakit parah, kenapa bisa sampai segitunya?



Setia dalam perkara kecil adalah hal yang besar buat Tuhan untuk menilai kita cocok tidak untuk menerima perkara besar. Mengerjakan segala sesuatu yang Tuhan ijinkan terjadi pada kita meski kita tidak suka, adalah setia dalam perkara kecil. (280909)

Inspired by : Lagi merasa stuck, kayak jalan di tempat.



Teruslah belajar membawa masalahmu kepada JC yang peduli, daripada membawa (menyeret) orang lain yang belum tentu peduli ke dalam masalahmu. (130909)

Inspired by : Bete sama orang yang sotoy.



Terang dan gelap memang tidak bisa bersatu, tapi mereka bisa berdampingan. Dan kita adalah buktinya ketika kita mengaku sebagai anak terang yang masih suka bermain-main dengan kegelapan bayangan kita sendiri. (240709)

Inspired by : Main lampu sorot, benda apapun yang disorot pasti jadi terang, tapi pasti ada spot yang tidak kena sorot jadi bayangan gelap. Tapi kalo benda itu sendiri yang mengeluarkan cahaya, pasti tidak akan ada bayangan lagi.



Tuhan bukanlah pemberi berkat amatiran, karena tidak ada lagi berkat yang belum Dia pikirkan untuk diberikan kepada kita. Inilah sebabnya kita diciptakan sedemikian rupa sehingga berbeda satu sama lain berdasarkan jalur berkat-Nya. Jadi usahakan terus berjalan, daripada berdiam diri mengeluh tanpa mendapatkan apa-apa. (060709)

Inspired by : Main gold misterius box pet society hehehehe



Egois itu bukanlah level ego yang menguat, karena Tuhan menciptakan ego yang kuat untuk kita bisa mengambil keputusan dalam hidup, bukan untuk merusakkannya di kemudian hari. (060609)

Inspired by : Pas nyadar kalo udah egois, ternyata ada moment dimana kita bisa memilih melanjutkan ego atau tidak. Seperti marah yang bisa surut juga.




Lebih baik kata"mengasihi" dihapus, karena orang cenderung tidak melakukan apa-apa setelah mengatakannya, padahal akan jauh lebih berarti jika melakukannya meski tanpa mengucapkannya. (030509)

Inspired by : Lagi inget patah hati hihhhihi plus abis denger curhat orang.



Cinta bisa membuat segala sesuatu mejadi mudah, karena cinta memiliki reflek yang baik. You can be stupid to live untill you die with love, or you can be smart to make the love die. (290409)

Inspired by : Romantis mood


| 12:31:00 PM




Friday

Kuk


Kuk adalah sebuah alat yang ditempatkan pada tengkuk leher kita untuk mengangkat atau menarik beban. Pada Perjanjian Lama, kita diibaratkan memakai kuk ini sehingga kita seperti seorang hamba.Dan karena kuk ini berisi dosa, maka kita dianggap sebagai hamba dosa. Tetapi terpujilah Tuhan yang dengan kekuatanNya mematahkan kuk ini, kita tidak lagi menjadi hamba dosa. Karena dosa sangatlah dibenci oleh Tuhan, dan hal inipun begitu tertanam di dalam hati kita semua orang yang percaya.


Sehingga kemudian kita mulai mengisi kehidupan kekristenan kita dengan firman Tuhan, dan kita pun merasa jijik dengan dosa. Hal ini sangatlah baik. Namun ada hal lain juga yang tidak bisa kita pungkiri yaitu kita masih merasa sulit untuk selalu melakukan firman Tuhan. Bahkan kita seperti sedang kembali memikul kuk yang berat, hanya kali ini bukan berisi dosa, tetapi firman Tuhan.


JC mengajak kita untuk belajar dariNya dalam memikul kuk yang berisi firman Tuhan ini, dengan berkata, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat kelegaan” (Matius 11:29). Namun kita tidak bisa belajar apa-apa dari perikop ini, karena kita tidak menemukan contoh dari apa yang JC katakan.


Marilah kita mencari teladan JC dalam memikul kuk yang berisi firman Tuhan ini. Tapi betapa kagetnya kita, saat kita sampai pada peristiwa JC berdoa di taman Getsemani, dimana JC mencoba meminta agar cawan penderitaan dilalukan daripadaNya. Mungkin dalam hati anda dan juga saya berpikir, mengapa JC berani menyuruh kita belajar dariNya, sementara Dia sendiri meminta agar tidak memikul kuk yang berisi firman Tuhan? Bukankah JC sebelum-sebelumnya begitu tegas membawa perintah Bapa?Ya begitu banyak pertanyaan di kepala kita, mungkin kita mulai berani berkata sungguh tidak pantas orang Kristen tidak mau melakukan firman Tuhan. Itu dosa!


Tanpa sadar, sebenarnya ketika kita sedang memikul kuk yang berisi firman Tuhan, kita itu seperti sedang memikul kuk yang berisi dosa. Kita begitu berbeban berat, karena kita begitu takut kalo sampai kita lepaskan kuk yang berisi firman Tuhan ini. Kita takut Tuhan akan marah dan tidak terbayangkan akibatnya. Kita memandang Tuhan sama seperti Tuhan yang marah besar terhadap dosa. Bukankah kuk yang kita pikul berisi firman Tuhan? Bukan dosa.


Ingat JC berkata belajarlah padaKu karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Bukan karena Aku penuh kemarahan ataupun kemurkaan. Itulah sebabnya ketika JC merasa tidak kuat dan mau mati rasanya (peristiwa Getsemani) JC pun memohon agar dilalukan dari cawan penderitaan. Ini bukan soal tidak pantas, tapi ini berbicara Tuhan yang tidak sama saat marah terhadap dosa, tapi Tuhan yang lemah lembut yang mau mendengarkan keluhan dari yang memikul kuk yang berisi firman Tuhan.


JC kemudian berdoa terus melampiaskan semuanya, hingga berkeringat darah. Dan setelah berdoa, entah berapa lama kemudian, JC bangkit dan penuh keyakinan mau memikul kuk yang berisi firman Tuhan. Saya tidak tahu apa yang terjadi, dalam Lukas 22:43 disebutkan malaikat datang untuk memberikan kekuatan. Tapi yang jelas JC kemudian seperti memperoleh apa yang dikatakan sebagai “jiwamu akan mendapatkan kelegaan”. Matius 11:30, sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanku pun ringan.


Belajarlah dari JC, sosok yang kita anggap sempurna, namun Dia tidak segan-segan berkata tidak bisa jika memang tidak bisa kepada Bapa. Apalagi kita yang tidak sempurna. Matius 11:28 Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu


| 9:32:00 AM




Thursday

Renovasi



Suara bising seperti tak pernah berhenti
Martil besi besar dibenturkan ke dinding
Bukan untuk merobohkan, apalagi menyakiti
Sekedar mencari ruang tambatan di hati
Lembutkanlah hati untuk menerima yang lain
Keraskanlah hati hanya sebagai pondasi
Jangan buat bangunan yang kokoh tapi mati
Kehidupan perlu dibangun dengan keindahan harmoni


| 3:09:00 PM





Berpijak



Dimanakah seharusnya kaki berpijak?
Tiada satu katapun yang sanggup terucap
Dan keheningan pun segera menjawab
Saat tidak ada lagi yang mau saling bersahabat
Hanya kegelapan yang masih terus mengajak


Apakah masih bisa kaki ini berpijak?
Batu karang itu sepertinya telah dirusak
Terkikis oleh aliran-aliran air kemunafikan
Sanggupkah kubuat kerangka hati sebagai bahtera
Yang berlayar hingga terdampar di tempat-Mu berada


| 9:38:00 AM




Saturday

Berharga



Perumpamaan tentang kerajaan sorga yang digambarkan seperti orang yang menemukan harta terpendam di ladang. Orang itu menemukan harta di ladang itu, dan kemudian memendamkannya lagi, lalu menjual seluruh miliknya untuk membeli ladang itu. Entah harta berharga seperti apa sehingga harus dipendam lagi dan harus membeli ladangnya juga bukan hartanya saja. Tidak dikatakan apakah orang itu seorang yang kaya, tapi dikatakan orang itu menjual seluruh miliknya untuk membeli ladang itu, ini menggambarkan bahwa ladang itu adalah seluruh hidupnya, atau dengan kata lain ladang itu digambarkan sebagai hati kita. Hati kita begitu sensitif terhadap duniawi sehingga kita sepertinya tidak bisa mengontrolnya dengan baik, sehingga hati kita seperti bukan milik kita sendiri. Kita masih ingat perumpamaan ladang yang ditanami benih kebaikan namun selalu saja ada benih kejahatan yang ditabur iblis tanpa kita sadari. Mungkin kita merasa bahwa hati kita bukanlah harta yang berharga karena kita merasa hidup kita tidak berhasil mencapai sesuatu sehingga kita begitu letih untuk memperhatikannya lagi. Tapi betapa akan menjadi sangat bersukacitanya kita ketika kita tahu ada harta yang terpendam dalam ladang/hati kita, yang mampu merubah hidup kita menjadi sangat berharga di mata Tuhan. Tidakkah kita akan berusaha "membeli" hati kita dan menguasainya sedemikian rupa dan menjaganya agar tidak ada "pihak" lain yang akan merusaknya?



Sesuatu bisa menjadi berharga ketika kita sangat memerlukannya, dan juga sebaliknya sesuatu bisa menjadi tidak berharga ketika kita tidak begitu memerlukannya. Seperti perumpamaan tentang kerajaan sorga yang digambarkan seperti pedagang mutiara yang menemukan mutiara yang terindah, sehingga pedagang itu rela menjual mutiara seluruh miliknya hanya untuk memperoleh mutiara terindah itu. Kitapun pasti mempunyai banyak koleksi "mutiara-mutiara" yang dalam hidup kita, mungkin dalam bentuk hasil jerih payah kita, kesuksesan dan lain-lain. Entah apa kita rela melepaskan semua "mutiara-mutiara" itu hanya demi sebuah mutiara yang terindah. Seperti yang saya katakan diatas, apakah kita sangat memerlukannya sekarang, sehingga mutiara itu menjadi yang terindah dari yang lain? Ataukah kita masih berpikir bahwa masih ada banyak mutiara-mutiara lain yang mungkin nanti bisa menjadi mutiara terindah.



Berharga atau tidaknya hidup kita ditentukan oleh diri kita sendiri, yaitu saat kita mengetahui ada JC didalam kita dan kita sangat memerlukanNya.


| 8:45:00 PM




[stories] [tag] [contact] [archive]